Sebuah nama yang benar-benar terinspirasi oleh salah seorang sahabat rasulullah yang sangat terkenal dengan strategi perang Khandaknya. Pada awalnya beliau beragama Nasrani namun begitu mendengar dari salah seorang pendeta bahwa akan ada nabi baru yang bernama Akhmad dari Arab dengan ciri-ciri yang diuraikan secara terperinci. Sejak saat itu beliau mencari dimana nabi berada.
Ananda Salman Alfarezi sering dipanggil Rezi atau dia sendiri lebih senang dipanggil mas Rezi adalah anak ketiga kami. Kedua kakaknya perempuan. Anak pertama kami lahir tahun 1993, sedangkan yang kedua tahun 1997. Dari awal kami menikah istri saya berkeinginan mempunyai 3 orang anak sedangkan saya mempunyai dua orang anak sudah cukup kecuali kalau anak yang ketiga laki-laki maka tidak apalah punya tiga orang anak dan tentu rasanya lengkap bila dikarunai anak laki-laki sebab dalam keluarga kami baik dari saya maupun dari keluarga istri sama-sama susah untuk mendapatkan anak laki-laki.
Pada tahun 2000 yang berarti memasuki millennium baru saya mentargetkan untuk menunaikan ibadah haji sebelum berumur 40 tahun (saya lahir tahun 1965). Setelah tabungan merasa cukup maka kami putuskan mendaftarkan haji untuk keberangkatan tahun 2002 dengan mengikuti bimbingan haji Aisyiah Tebet. Pada waktu manasik haji dikisahkan beberapa sahabat nabi dan yang paling berkesan adalah Salman Al-farisi mulai detik itulah kami berdoa “Ya Allah kalau engkau masih mempercayakan anak laki-laki kepada kami maka akan kuberi nama Salman Alfarisi.
Keberangkatan haji yang sangat menegangkan karena pada tahun tersebut Jakarta dan sekitarnya terkena banjir besar perumahan Kemang Pratamapun tak luput diterjang banjir meskipun alhadulillah rumah kami tidak terkena tapi praktis terkurung selama lebih dari 24 jam tidak bisa keluar dan hal itu terjadi tepat seminggu sebelum keberangkatan kami ke tanah suci.Ada cerita yang cukup unik salah seorang tetangga yang akan berangkat naik haji hanya dengan memakai celana pendek dengan memanggul koper karena mobilnya tidak dapat keluar dari rumahnya.
Keberangkatan haji yang sangat menegangkan karena pada tahun tersebut Jakarta dan sekitarnya terkena banjir besar perumahan Kemang Pratamapun tak luput diterjang banjir meskipun alhadulillah rumah kami tidak terkena tapi praktis terkurung selama lebih dari 24 jam tidak bisa keluar dan hal itu terjadi tepat seminggu sebelum keberangkatan kami ke tanah suci.
Kami termasuk dalam gelombang terakhir sehingga langsung tiba di Mekah setelah menunaikan tawaf dan berdoa di Mustazam tanpa sadar kami berdua berdoa untuk hal yang sama yaitu minta dikarunai seorang anak laki-laki meskipun kami tidak pernah janjian untuk minta dikarunai anak laki-laki. Ketika kami di Medinah pembimbing mengajak kami tour ke Khandak melihat bekas parit buah pikiran Salman Al-farissi. Ustad kami menerangkan dengan jelas dan menjiwai. Pada saat Madinah akan di serang oleh kaum musrik Arab dan munafik Madinah dan merekapun bersiap-siap akan mengepung Madinah. Maka nabipun mengajak musyawarah apa yang harus dilakukan. Salah seorang sahabat yang mulia “Ya rasulullah buatlah parit sehingga mereka tidak bisa melewatinya”. Setelah parit selesai dibuat memang benar mereka tidak dapat melewatinya namun mereka tetap menungu dengan harapan makanan yang ada di Madinah akan habis dan pertolongan Allah datang dengan terjangan badai mereka kocar-kacir.
Hari raya idhul adha tahun 2003 antara pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia berbeda hal ini paling jelas perbedaannya wukuf jatuh hari Selasa berarti idhul adha jatuh pada hari Rabu akan tetapi pemerintah menentukan hari Kamis. Masjid Baabut Taubah Kemang Pratama melalui perdebatan yang sengit akhirnya mengikuti Arab yang berarti shalat Ied pada hari Rabu padahal hari tersebut masih merupakan hari kerja. Saya memilih ambil cuti sedangkan istri tetap bekerja tetapi boleh berangkat siang setelah mengerjakan shalat ied tentunya. Oleh karena dia harus kerja di lapangan mengaudit Mall Cikarang maka sayapun mengantarkannya kesana sambil membawa anak-anak jalan-jalan. Ditengah-tengah asiknya ngobrol dia baru ingat kalau menstruasinya telah terlambat 1 minggu. Saya berinisiatif membeli test kehamilan di mal Cikarang. Begitu sampai di rumah dilakukan tes urine alangkah kagetnya kami ternyata dia hamil. Sudah jelah terbayang anak kami yang ketiga perempuan lagi, sampai-sampai istriku langsung menyiapkan nama “Ananda Rizkita Ramadhanti” artinya kurang lebih anak rezeki kita yang lahir di bulan Ramadhan.
Tidak ada yang istimewa tentang kehamilan anak ketiga kami kecuali istriku ingin mendengarkan kasetnya Didi Kempot terutama lagu “Stasiun Balapan”. Tidak terasa umur kehamilan anak kami 7 bulan saat pemeriksaan ke dokter saya tidak dapat mengantarkannya hanya menjemput pulangnya saja. Baru saja turun dari mobil ternyata istri saya sudah selesai periksa ditemani anak kami yang kedua. Begitu melihatku dari kejauhan istriku sudah melemparkan senyum manisnya. “Aku yakin anakku laki-laki” batinku. Kira-kira jarak kami masih sepuluh meter anak kami berteriak “Ayaah dede diperut laki-laki”. Meskipun itu merupakan kejutan aku Cuma berucap “Alhamdulillah”.
(BERSAMBUNG.....)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar