Powered By Blogger

Kamis, 05 Juli 2012

Kembali ke Dakwah Tauhid

Sudah 12 tahun berlalu reformasi kepemimpinan nasional digulirkan ternyata apa yang diharapkan dari gerakan mahasiswa amat jauh, alih-alih menghilangkan korupsi bahkan sekarang sudah merajalela disegala bidang. Setiap menit berita baik media elektronik maupun media cetak tidak henti-hentinya berita korupsi dibahas. Satu persoalan belum selesai sudah datang kasus lain. KPK sebagai ujung tombak pemberantas korupsi belum juga mampu menyelesaikannya. Kemakmuran rakyat yang didengung-dengungkan sebelum reformasi juga setali tiga uang rakyat semakin sulit menyekolahkan anak karena hampir semua sekolah yang bagus biayanya tidak terjangkau. Tulsan ini dibuat bukan karena pesimis menghadapi masa depan bangsa tetapi justru mencoba mencari solusi agar bangsa ini bisa bangkit menjadi bangsa yang besar...sehingga umat Islam sebagai warga negara terbesar tidak lagi terpinggirkan.

Sudah menjadi ijma para ulama salaf bahwa melawan pemerintah yang sah adalah terlarang apalagi dengan cara demo anarkis yang sangat dirugikan adalah rakyat kecil yang sedang susah. Sebagai ilustrasi demonya para buruh yang menuntut pembatalan keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat mengenai upah minimum regional (UMR). Mereka berdemo dengan turun kejalan menutup jalan tol sehingga kemactan terjadi dimana para supir frustasi, para pekerja terjebak dalam kemacetan yang luar biasa. BBM terbuang percuma dijalanan. 

Sistim politik di negeri ini yang tidak sehat menyebabkan kebuntuan hampir semua permasalahan bangsa banyak kasus yang menimpa para wakil rakyat yang pada masa mahasiswanya dulu sangat baik, idealis dan bertanggung jawab sekarang setelah menjadi pemimpin bangsa terlilit kasus korupsi. Ada 2 hal yang menjadikan keprihatinan, andaikata mereka tidak bersalah artinya sistim politik ini menjadikan mereka terfitnah sedangkan kalau memang mereka benar melakukan hal yang keji maka politik in sangat kejam menjadikan orang-orang yang dulunya bersih harus mengikuti hawa naف sunya. (برسامبونج )