"Assalamualaikum warahmatullah...assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" sambil menengok kekanan dan kekiri. Setelah kuucapkan istigfar mohon ampun kepada Allah Subhanawataala atas segala dosa yang telah aku perbuat dan karena sedikitnya rasa syukurku dibanding dengan berjuta nikmat yang kuperoleh. Belum sempat aku mengambil mushaf teringat belum infak pagi ini. Kuambil dompet dengan menutup mata diambinya selembar uang dan memasukannya kedalam kotak amal "bismillah yaa Allah terimalah infak kami". Aku tidak tahu berapa rupiah infak pagi ini, yang kuingat hanyalah Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah Radiallahuanhu bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasalam bersabda, "Tidak satu hari pun seorang hamba memasuki pagi harinya melainkan dua malaikat turun. Lalu, salah satu dari keduanya berdoa, 'Yaa Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan (hartanya)'. Malaikat yang lain berdoa, 'Yaa Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan infak."
Aku sangat berharap dido'akan malaikat. Kupungut mushaf dan mulai membacanya setartil mungkin karena aku masih belajar membaca Al qur'an dengan benar dengan bimbingan seorang hafiz Al-Qur'an kerumah. Membaca Al-Qur'an sangat banyak keutamaannya antara lain:
“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya”(HR.Muslim dari Abu Umamah). Alangkah beruntungnya aku bila Al-qur'an memberi syafaat kepadaku disaat harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat.
“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an:”Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana yang telah kamu lakukan didunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca”(HR.Abu Daud & Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih)
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR.Tirmidzi, hadits hasan shahih). Subhanallah betapa Allah Maha Pemurah kepada hamba-Nya dengan memberi beribu-ribu pahala. Sungguh sangat merugi orang yang tidak mau membaca Al-Qur'an.
“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala”(Hadits mutatafaq Alaih). Aku memang belum mampu membaca dengan tartil tetapi Allah yang Maha Pengasih memberinya dua pahala disana. Alhamdulillah.
Ketika sampai surat Al maidah ayat 3 "....Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu......." tidak terasa air mataku menetes ayat ini turun pada saat Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasalam menunaikan haji wada beliau sedang wukuf di Arofah, disanalah seorang hamba paling dekat dengan Robnya. Aku ingat riwayat Ibnu Jarir meriwayatkan dari Harun bin Antharah, dari ayahnya pada saat turun ayat ini 'Umar menangis. Melihat hal itu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasalam bertanya 'Apa yang membuatmu menangis?' Ia menjawab, "yang membuatku menangis bahwa sebelumnya (pemeluk) agama kita ini terus bertambah. Adapun jika sudah sempurna, maka tidaklah sesuatu itu sempurna melainkan selanjutnya akan berkurang (kualitas keimanan pemeluknya). Beliau menimpali, 'kamu benar". "Sesungguhnya Islam mula-mula datang dalam keadaan asing, dan akan kembali lagi dalam keadaan asing, maka beruntunglah bagi orang yang asing" HR Muslim. (Tafsir Ibnu Katsir-Pustaka Ibnu Katsir). Terkadang aku juga merasa jadi orang yang asing, anak merengek-rengek minta ulang tahun kelahirannya dirayakan karena hampir semua anak-anak tetangga merayakannya bahkan dengan pesta yang sangat mewah. Di kantor juga sering buat ejekan dengan jenggot yang panjang dan celana yang tidak isbal. "Emang banjir yah kok celananya cingkrang" candanya. "Astagfirllah" mungkin mereka belum tahu apa dalilnya. Sebenarnya dalilnya sangat banyak tapi aku cuplikan 2 saja;
Dari Abu Dzar, dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Ada tiga golongan, -yang pada hari kiamat nanti- Alloh tidak bicara dengan mereka, tidak melihat mereka, tidak membersihkan (dosa) mereka dan bagi mereka siksa yang pedih”. Rasulullah -shollallohu alaihi wasallam- mengulangi sabdanya itu tiga kali. Abu dzar mengatakan: “Sungguh celaka dan merugilah mereka! wahai Rasulullah, siapakah mereka?”. Beliau menjawab: “Orang yang isbal (dengan rasa sombong), orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim)
Dari muhammad bin ‘aqil aku mendengar ibnu umar bercerita: Rasulullah -shollallohu alaihi wasallam- pernah memberiku baju qibtiyah dan memberikan kepada usamah baju hullah siyaro. Ibnu Umar mengatakan: ketika Nabi -shollallohu alaihi wasallam- melihatku isbal beliau datang dan memegang pundakku seraya berkata: “Wahai Ibnu Umar! semua pakaian yang menyentuh tanah, (nantinya) di neraka”. Ibnu Aqil berkata: “Dan (setelah itu) aku melihat Ibnu Umar selalu memakai sarungnya hingga pertengahan betis” (HR. Ahmad. al-Arnauth mengatakan: Derajat haditsnya shohih lighoirihi, sedang sanad ini hasan).
Ketika Allah telah menyempurnakan agama Islam ini mengapa banyak orang yang berani menambah-nambahi dengan alasan baik.
(BERSAMBUNG.....)

