Powered By Blogger

Sabtu, 23 Juli 2011

SETETES EMBUN (BAGIAN 2)

"Assalamualaikum warahmatullah...assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" sambil menengok kekanan dan kekiri. Setelah kuucapkan istigfar mohon ampun kepada Allah Subhanawataala atas segala dosa yang telah aku perbuat dan karena sedikitnya rasa syukurku dibanding dengan berjuta nikmat yang kuperoleh. Belum sempat aku mengambil mushaf teringat belum infak pagi ini. Kuambil dompet dengan menutup mata diambinya selembar uang dan memasukannya kedalam kotak amal "bismillah yaa Allah terimalah infak kami". Aku tidak tahu berapa rupiah infak pagi ini, yang kuingat hanyalah Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah Radiallahuanhu bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasalam bersabda, "Tidak satu hari pun seorang hamba memasuki pagi harinya melainkan dua malaikat turun. Lalu, salah satu dari keduanya berdoa, 'Yaa Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan (hartanya)'. Malaikat yang lain berdoa, 'Yaa Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan infak."
Aku sangat berharap dido'akan malaikat. Kupungut mushaf dan mulai membacanya setartil mungkin karena aku masih belajar membaca Al qur'an dengan benar dengan bimbingan seorang hafiz Al-Qur'an kerumah. Membaca Al-Qur'an sangat banyak keutamaannya antara lain:

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya”(HR.Muslim dari Abu Umamah). Alangkah beruntungnya aku bila Al-qur'an memberi syafaat kepadaku disaat harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat.

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an:”Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana yang telah kamu lakukan didunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca”(HR.Abu Daud & Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih)

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR.Tirmidzi, hadits hasan shahih). Subhanallah betapa Allah Maha Pemurah kepada hamba-Nya dengan memberi beribu-ribu pahala. Sungguh sangat merugi orang yang tidak mau membaca Al-Qur'an.

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala”(Hadits mutatafaq Alaih). Aku memang belum  mampu membaca dengan tartil tetapi Allah yang Maha Pengasih memberinya dua pahala disana. Alhamdulillah.

Ketika sampai surat Al maidah ayat 3 "....Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu......." tidak terasa air mataku menetes ayat ini turun pada saat Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasalam menunaikan haji wada beliau sedang wukuf di Arofah, disanalah seorang hamba paling dekat dengan Robnya. Aku ingat riwayat Ibnu Jarir meriwayatkan dari Harun bin Antharah, dari ayahnya pada saat turun ayat ini 'Umar menangis. Melihat hal itu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasalam bertanya 'Apa yang membuatmu menangis?' Ia menjawab, "yang membuatku menangis bahwa sebelumnya (pemeluk) agama kita ini terus bertambah. Adapun jika sudah sempurna, maka tidaklah sesuatu itu sempurna melainkan selanjutnya akan berkurang (kualitas keimanan pemeluknya). Beliau menimpali, 'kamu benar". "Sesungguhnya Islam mula-mula datang dalam keadaan asing, dan akan kembali lagi dalam keadaan asing, maka beruntunglah bagi orang yang asing" HR Muslim. (Tafsir Ibnu Katsir-Pustaka Ibnu Katsir). Terkadang aku juga merasa jadi orang yang asing, anak merengek-rengek minta ulang tahun kelahirannya dirayakan karena hampir semua anak-anak tetangga merayakannya bahkan dengan pesta yang sangat mewah. Di kantor juga sering buat ejekan dengan jenggot yang panjang dan celana yang tidak isbal. "Emang banjir yah kok celananya cingkrang" candanya. "Astagfirllah" mungkin mereka belum tahu apa dalilnya. Sebenarnya dalilnya sangat banyak tapi aku cuplikan 2 saja;
Dari Abu Dzar, dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Ada tiga golongan, -yang pada hari kiamat nanti- Alloh  tidak bicara dengan mereka, tidak melihat mereka, tidak membersihkan (dosa) mereka dan bagi mereka siksa yang pedih”. Rasulullah -shollallohu alaihi wasallam- mengulangi sabdanya itu tiga kali. Abu dzar mengatakan: “Sungguh celaka dan merugilah mereka! wahai Rasulullah, siapakah mereka?”. Beliau menjawab: “Orang yang isbal (dengan rasa sombong), orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim)
Dari muhammad bin ‘aqil aku mendengar ibnu umar bercerita: Rasulullah -shollallohu alaihi wasallam- pernah memberiku baju qibtiyah dan memberikan kepada usamah baju hullah siyaro. Ibnu Umar mengatakan: ketika Nabi -shollallohu alaihi wasallam- melihatku isbal beliau datang dan memegang pundakku seraya berkata: “Wahai Ibnu Umar! semua pakaian yang menyentuh tanah, (nantinya) di neraka”. Ibnu Aqil berkata: “Dan (setelah itu) aku melihat Ibnu Umar selalu memakai sarungnya hingga pertengahan betis” (HR. Ahmad. al-Arnauth mengatakan: Derajat haditsnya shohih lighoirihi, sedang sanad ini hasan).
Ketika Allah telah menyempurnakan agama Islam ini mengapa banyak orang yang berani menambah-nambahi dengan alasan baik.
(BERSAMBUNG.....)

Jumat, 22 Juli 2011

BacaLah Blog ku....

Aku anak ke 3 dari 3 bersaudara....kakak tertua kuliah di UGM fakultas paling lengkap dia bilang kuliah fakultas KU (Kautanan), Manajemen (manajemen hutan), Teknik (Teknik Hasil Hutan)....tepatnya Fakultas KEHUTANAN. 
"Kenapa sih kak kok milih Kehutanan...mau jadi orang hutan yah..?" tanyaku.
"Hutan di Indonesia adalah hutan tropis terluas di dunia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, CO2 akan diserap dan melalui fotosintesa dihasilkan Oksigen yang sangat penting bagi kehidupan sehingga harus dijaga kelestariannya, dimanfaatkan hasilnya, maka dibutuhkan rimbawan/rimbawati yang mempunyai keahlian dalam pengelolaan HUTAN kita. Apa mau hutan kita dikelola orang asing....amit-amit. Itulah salah satu alasan mengapa kakak ambil Fak. Kehutanan..apalagi anak (siswa) Jakarta kebanyakan tidak paham apa itu Fak. Kehutanan, ini juga peluang kakak sehingga bisa masuk UGM dengan tanpa tes. VIVA Kehutanan UGM, Viva Hutan Indonesia" jawabnya menggebu-gebu.

Sedangkan kakakku yang kedua sekarang kelas III SMP N 115 Jakarta. Cita-citanya mau jadi pengusaha   kata ayahku kak Syasa memang mempunyai bakat bisnis dari kecil, umur 7 bulan pada waktu midak siti (upacara turun tanah, budaya Jawa) yang dipilih pertama adalah UANG...pantesan sekarang jadi mata duitan. Pada masa anak-anak dia pura-pura berjualan menawarkan dagangan dengan sepeda roda tiga kalau ayahny menggoda dengan mengatakan "ayah tidak beli!" dia tidak marah jalan dan dilanjutkan menawarkan ke ibunya. Sekitar kelas dua SD dia membuat kartu lebaran dan membuat poster yang ditempel di tiang listrik disekitar rumah isinya menerima pesanan kartu lebaran dengan menyebutkan alamat dengan lengkap. Pokonya PD dech dalam hal berjualan. Lainkali aku sambung cerita lengkapnya.

Aku sendiri sekarang kelas III SD, cita-citaku masih berubah-ubah ingin jadi Tentara, Prof. Biologi, Ahli Listrik dll.

ANANDA SALMAN ALFAREZI

Sebuah nama yang benar-benar terinspirasi oleh salah seorang sahabat rasulullah yang sangat terkenal dengan strategi perang Khandaknya. Pada awalnya beliau beragama Nasrani namun begitu mendengar dari salah seorang pendeta bahwa akan ada nabi baru yang bernama Akhmad dari Arab dengan ciri-ciri yang diuraikan secara terperinci. Sejak saat itu beliau mencari dimana nabi berada.
          Ananda Salman Alfarezi sering dipanggil Rezi atau dia sendiri lebih senang dipanggil mas Rezi adalah anak ketiga kami. Kedua kakaknya perempuan. Anak pertama kami lahir tahun 1993, sedangkan yang kedua tahun 1997. Dari awal kami menikah istri saya berkeinginan  mempunyai 3 orang anak sedangkan saya mempunyai dua orang anak sudah cukup kecuali kalau anak yang ketiga laki-laki maka tidak apalah punya tiga orang anak dan tentu rasanya lengkap bila dikarunai anak laki-laki sebab dalam keluarga kami baik dari saya maupun dari keluarga istri sama-sama susah untuk mendapatkan anak laki-laki.  
          Pada tahun 2000 yang berarti memasuki millennium baru saya mentargetkan untuk menunaikan ibadah haji sebelum berumur 40 tahun (saya lahir tahun 1965). Setelah tabungan merasa cukup maka kami putuskan mendaftarkan haji untuk keberangkatan tahun 2002 dengan mengikuti bimbingan haji Aisyiah Tebet. Pada waktu manasik haji dikisahkan beberapa sahabat nabi dan yang paling berkesan adalah Salman Al-farisi mulai detik itulah kami berdoa “Ya Allah kalau engkau masih mempercayakan anak laki-laki kepada kami maka akan kuberi nama Salman Alfarisi. 
          Keberangkatan haji yang sangat menegangkan karena pada tahun tersebut Jakarta dan sekitarnya terkena banjir besar perumahan Kemang Pratamapun tak luput diterjang banjir meskipun alhadulillah rumah kami tidak terkena tapi praktis terkurung selama lebih dari 24 jam tidak bisa keluar dan hal itu terjadi tepat seminggu sebelum keberangkatan kami ke tanah suci. Ada cerita yang cukup unik salah seorang tetangga yang akan berangkat naik haji hanya dengan memakai celana pendek dengan memanggul koper karena mobilnya tidak dapat keluar dari rumahnya.
          Kami termasuk dalam gelombang terakhir sehingga langsung tiba di Mekah setelah menunaikan tawaf dan berdoa di Mustazam tanpa sadar kami berdua berdoa untuk hal yang sama yaitu minta dikarunai seorang anak laki-laki meskipun kami tidak pernah janjian untuk minta dikarunai anak laki-laki. Ketika kami di Medinah pembimbing mengajak kami tour ke Khandak melihat bekas parit buah pikiran Salman Al-farissi. Ustad kami menerangkan dengan jelas dan menjiwai. Pada saat Madinah akan di serang oleh kaum musrik Arab dan munafik Madinah dan merekapun bersiap-siap akan mengepung Madinah. Maka nabipun mengajak musyawarah apa yang harus dilakukan. Salah seorang sahabat yang mulia “Ya rasulullah buatlah parit sehingga mereka tidak bisa melewatinya”. Setelah parit selesai dibuat memang benar mereka tidak dapat melewatinya namun mereka tetap menungu dengan harapan makanan yang ada di Madinah akan habis dan pertolongan Allah datang dengan terjangan badai mereka kocar-kacir.
          Hari raya idhul adha tahun 2003 antara pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia berbeda hal ini paling jelas perbedaannya wukuf jatuh hari Selasa berarti idhul adha jatuh pada hari Rabu akan tetapi pemerintah menentukan hari Kamis. Masjid Baabut Taubah Kemang Pratama melalui perdebatan yang sengit akhirnya mengikuti Arab yang berarti shalat Ied pada hari Rabu padahal hari tersebut masih merupakan hari kerja. Saya memilih ambil cuti sedangkan istri tetap bekerja tetapi boleh berangkat siang setelah mengerjakan shalat ied tentunya. Oleh karena dia harus kerja di lapangan mengaudit Mall Cikarang maka sayapun mengantarkannya kesana sambil membawa anak-anak jalan-jalan. Ditengah-tengah asiknya ngobrol dia baru ingat kalau menstruasinya telah terlambat 1 minggu. Saya berinisiatif membeli test kehamilan di mal Cikarang. Begitu sampai di rumah dilakukan tes urine alangkah kagetnya kami ternyata dia hamil. Sudah jelah terbayang anak kami yang ketiga perempuan lagi, sampai-sampai istriku langsung menyiapkan nama “Ananda Rizkita Ramadhanti” artinya kurang lebih anak rezeki kita yang lahir di bulan Ramadhan.
          Tidak ada yang istimewa tentang kehamilan anak ketiga kami kecuali istriku ingin mendengarkan kasetnya Didi Kempot terutama lagu “Stasiun Balapan”. Tidak terasa umur kehamilan anak kami 7 bulan saat pemeriksaan ke dokter saya tidak dapat mengantarkannya hanya menjemput pulangnya saja. Baru saja turun dari mobil ternyata istri saya sudah selesai periksa ditemani anak kami yang kedua. Begitu melihatku dari kejauhan istriku sudah melemparkan senyum manisnya. “Aku yakin anakku laki-laki” batinku. Kira-kira jarak kami masih sepuluh meter anak kami berteriak “Ayaah dede diperut laki-laki”. Meskipun itu merupakan kejutan aku Cuma berucap “Alhamdulillah”.
(BERSAMBUNG.....)

Senin, 18 Juli 2011

Tanggapan terhadap tulisan Are you happy with your life and your job now

Tulisan kali ini tanggapan atas tulisan Yodhia Antariksa diblognya:

Saya tidak akan mengcopas tulisan semuanya hanya yang menurut saya perlu dikritisi, bila pembaca menginginkan tulisan selengkapnya silahkan buka linknya di atas.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya dan saya juga bersaksi bahwa Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam adalah hamba dan Rasul-Nya. Shalawat dan salam yang berlimpah atas beliau dan atas seluruh pengikut beliau. Amma ba’du:
Saya baru membaca tulisan anda yang berjudul “Are You Happy with Your Life (and your job) Now? Posted April 14, 2008, kebetulan seorang teman posting melalui milis.
Saya sudah sering mengikuti beraneka macam seminar MOTIVASI dari mentor-mentor tingkat nasional seperti Andri Wongso, Mario Teguh, papa Edy dan setingkat dibawahnya seperti Harun Al Rasyid tetapi baru kali ini saya membaca tulisan dalam rangka memotivasi seseorang telah merendahkan profesi lain yang dianggap tidak bersahaja (tidak bahagia). Kalaupun para mentor membandingkan suatu profesi biasanya adalah sebuah pekerjaan yang bukan panggilan jiwa tetapi profesi keterpaksaan karena tidak ada pilihan lain yang biasanya tertindas oleh berbagai kebijakan karena lemahnya posisi profesi tersebut, misalnya buruh tani, pembantu rumah tangga. Jadi yang direndahkan bukannya profesi itu sendiri tetapi ketertindasan mereka. Di bawah ini copas cuplikan tulisan anda pada waktu mengarahkan pembaca didepan monitor apakah anda membayangkan:
-                     Apakah yang tergambar dalam bayangan itu adalah figur Anda sebagai seorang saudagar sukses dengan omzet bisnis ratusan juta per bulan, dengan sebuah apartemen indah di Dharmawangsa Residence?
-                     Atau yang muncul adalah gambaran Anda sebagai seorang manajer sukses bergaji 30 juta perbulan, dengan sebuah SUV nongkrong di garasi rumah?
-                     Atau yang justru tergambar di layar adalah gambaran Anda sebagai seorang guru mengaji di sebuah surau kecil di kampung halaman Anda, nun jauh disana, di sebuah kampung dimana segenap ambisi materi dan duniawi menjadi lenyap, karena disitu yang ada hanyalah “keheningan, kedamaian dan keber-sahajaan”?
Ada beberapa yang menggelitik saya:
1.                  Apakah kalau orang yang berprofesi menjadi guru ngaji keheningan, kedamaian dan kebersahajaannya hanya kepura-puraan kok dalam kalimat tersebut di atas diberi tanda kutip. Sudah menjadi kelaziman dalam kaidah bahasa Indonesia salah satu fungsi tanda kutip adalah untuk membicarakan yang tidak sebenarnya. Dia “Jujur” (jujur dalam tanda kutip konotasinya adalah kebalikannya).
2.                  Perlu anda ketahui (saya yakin sudah tahu lha wong alumni UII kok) kebanyakan profesi guru ngaji itu adalah panggilan jiwa karena mempelajari agama Islam termasuk bahasa Arabnya adalah sangat sulit dan komplek apalagi disamping menguasai ilmunya tentu mereka dituntut untuk mengamalkannya. Jadi sangat naip kalau profesi guru ngaji adalah sebuah keterpaksaan yang keheningan, kedamaian dan kebersahajaannya dalam tanda kutip.
Apakah kebahagian seseorang ukurannya mutlak materi? Di atas langit ada langit berapapun penghasilan seseorang tidak akan pernah puas dan cukup, karena manusia adalah mahluk serakah dan mempunyai sifat tamak, karena Allah -Azza wa Jalla- telah mengecualikan orang-orang yang saleh dari sifat takut (kehilangan dunia) ini, dan Dia menjelaskan bahwa tamak merupakan sifat orang-orang yang tidak mempunyai wara’ dan agama yang kuat, sifatnya orang-orang kafir dan pelaku maksiat dari kaum muslimin, karenanya sifat tamak sungguh akan membuat diri seseorang mudah gelisah. Dalam Ash-Shahih dari hadits Ibnu Abbas Radialuhuanhu,  bersabda: bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasalam Bersabda:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادٍ مِنْ ذَهَبٍ, أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِيَانِ. وَلَوْ كَانَ لَهُ وَدِايَانِ أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ ثَالِثٌ. وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ وَيَتُوْبُ اللهُ عُلُى مُنْ تَابَ
“Seandainya anak Adam mempunyai satu lembah emas, niscaya dia akan senang kalau dia mempunyai dua lembah. Seandainya dia mempunyai dua lembah, niscaya dia akan senang kalau dia mempunyai (lembah) yang ketiga. Tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah, dan Allah menerima taubat dari orang yang mau bertaubat.”
3.                  Saya yakin anda juga paham betul Hadits ini “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” HR Bukhari. Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasalam yang mulia telah bersabda seperti di atas dan sudah pasti benar, lha kok sampean merendahkannya. Bagi kami keluarga guru menjadi guru ngaji dimanapun sama mulianya justru di kampung-kampung pedalaman keikhlasan benar-benar merasuki jiwa mereka. Jadi anda tidak usah repot-repot memakai tanda kutip pada kalimat Keheningan, kedamaian dan kebersahajaan karena itu yang sesungguhnya terjadi ya seperti itu.
4.                  Saya setiap Sabtu Ahad subuh ikut shalat dikomplek perumahan mewah para jamaah hampir semua orang yang sukses secara materi dan karir tetapi mereka dapat tertawa lepas ataupun menikmati hidup justru manakala mendengarkan ceramah guru ngaji bukan pada saat mengendarai mobil mewah atau melihat tongkrongan mobil tersebut. Kedamaian yang hakiki telah didapatkan dari sana.
Saya copas kembali tulisan anda:
Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semua akan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sian jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full of bullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita, tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati…… Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba – karena setiap hari selalu dihiasi oleh “the beauty of meaningful work and life”. Jadi adakah hidup dan pekerjaan yang Anda lakoni sekarang sudah benar-benar menjadi passion Anda? Adakah Anda telah menemukan secercah embun kebahagiaan dalam segenap hidup dan pekerjaan Anda?

Pertanyaan yang anda ajukan pada alinea di atas jawabannya justru menjadi kontradiktif dengan pernyataan masalah bayangan mau menjadi apa 5 tahun kedepan. Saya sangat setuju hidup itu sangat singkat justru karena sangat singkat itulah maka mencari bekal berupa amal shalih menjadi keharusan bukan hanya bayangan materi semata. Jika seseorang menjadi guru ngaji sudah menemukan kebahagian hakiki dalam hidup dan pekerjaannya (Insya Allah dunia akhirat) lantas apanya yang salah?
Allah Ta'ala berfirman,
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat maka akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia maka akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (Qs. Asy-Syura: 20)

لْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى  

“Akan tetapi, kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Qs. Al-A’laa: 16--17)

Dalam Islam sudah jelas hukumnya profesi adalah fardu kifayah, jadi dalam suatu Negara harus ada yang menjadi dokter, petani, satpam, guru (termasuk guru ngaji) tidak semuanya harus menjadi pengusaha sukses.
Demikian tanggapan dari saya, mohon jawabannya karena akan saya posting di blog saya. Terima kasih atas perhatian dan mohon maaf kalau ada kesalahan.
Waassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Nyoto Pujoharsoyo


Sabtu, 16 Juli 2011

SETETES EMBUN

Aku bangkit dari tidurku manakala alarm berdering pada jam 2.30 dini hari bergegas kulipat selimutku, kutinggalkan istriku yang masih pulas di atas peraduan....ku gerakan seluruh badan agar persendian sehat selalu....pagi ini sunyi..teramat sunyi. kadang terdengar tetes embun menjathui atap rumahku...sesekali bunya thesss. Aku mandi pagi untuk membersihkan badan agar segar sebelum menghadap Rabku.
Kubentangkan sajadah kuangkat perlahan tanganku dan menyanjungNya....kedamaian merasuk dilubuk jiwa ku sesaat...tak kuat aku menahan tangisku....ingat dosa-dosaku.....kalaulah Dia tidak mengampuniku, tidak juga merahmatiku mustahil aku akan masuk sorgamu. Dalam do'aku selalu ingat pertanyaan ustadku apa yang bisa kamu banggakan dihadapan sang Khalik kelak...
"Hartamu.....tidak dapat membantu sedikitpun yah harta itu telah menjadi milik ahli warismu....
"Shalatmu....berapa kali, berapa menit mampu khusyu bermunajad tanpa mengingat dunia disampingmu...
"Puasamu....yang wajib saja belum jua mampu sempurna....mataku, mulutku, telingaku, mungkin tangan dan kakiku belumlah berpuasa...
"Zakatmu....inipun keluar karena terpaksa...dan cenderung ditundaa......terbukti berapa banyak shadaqah/infak yang dikeluarkan...
"cobalah kau hafalkan surat-surat dalam Al-qur'an.....minimal surat Al-Baqarah....."
Tak terasa lonceng berdentum 4 kali...oh...jam 4 pagi,    ku angkat badanku, kubangunkan istriku agar mennaikan shalat malam sebagai tambahan ibadah karena shalat tahajud adalah palin afdol setelah shalat waji.
"sayaang aku berangkat ke masjid dulu...assalamualaikum...." dan ku bawa kitab suci Al-qur'an dan bergegas ke masjid terdengar sayup-sayup adzan pertama berkumandang..."Allahu akbar...Allahu akbar........
"Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, di lidahku, di pendengaranku, di penglihatanku, dari belakangku, dari hadapanku, dari atasku dan dari bawahku. Allahuma a'thinii nuuran.
Abu Hurairah Radiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).
"Yaa Allah janganlah aku dijadikan menjadi orang Munafik..."
aku terus membasahi bibirku dengan memujimu..berdzikir kepadamu...
sesekali terdengar kokok ayam jantan bersautan...
"bismillah wasshalatu wassalamu alaa rasuulillah Allahummaftahlii abwarahmatika"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..." sambil kuulurkan tanganku seorang kakek yang selalu datang paling awal sedang tilawah Al-Qur'an dengan tartil....beliau selalu datang pertama kali belum ada seorangpun yang mengawalinya....sudah labih dari sepuluh tahun....duduk di shaf paling depan dekat pintu...SUbhanallah...Iri aku dibuatnya....
"Allahu Akbar..." kuangkat kedua tanganku untuk muemulai shalat tahyatul masjid.  (BERSAMBUNG)

Sabtu, 09 Juli 2011

Allah bersemayan di Arasy

SESATNYA UCAPAN  “TUHAN ADA DIMANA-MANA
penulis: Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Imam Abu Hanifah berkata :
Artinya :
“Barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah berada di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir”.

Adapun terhadap orang yang tawaqquf (diam) dengan mengatakan “aku tidak tahu apakah Tuhanku di langit atau di bumi”. Berkata Imam Abu Hanifah : “Sesungguhnya dia telah ‘Kafir !”.
Imam Malik bin Anas telah berkata :
Artinya :
“Allah berada di atas langit, sedangkan ilmunya di tiap-tiap tempat, tidak tersembunyi sesuatupun dari-Nya”.

Imam Asy-Syafi’iy telah berkata :
Artinya :
“Dan sesungguhnya Allah di atas ‘Arsy-Nya di atas langit-Nya”

Imam Ahmad bin Hambal pernah di tanya : “Allah di atas tujuh langit diatas ‘Arsy-Nya, sedangkan kekuasaan-Nya dan ilmu-Nya berada di tiap-tiap tempat.?
Jawab Imam Ahmad :
Artinya :
“Benar ! Allah di atas ‘Arsy-Nya dan tidak sesuatupun yang tersembunyi dari pengetahuan-nya”.

Imam Ali bin Madini pernah ditanya : “Apa perkataan Ahlul Jannah ?”.
Beliau menjawab :
Artinya :
“Mereka beriman dengan ru’yah (yakni melihat Allah pada hari kiamat dan di sorga khusus bagi kaum mu’minin), dan dengan kalam (yakni bahwa Allah berkata-kata), dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla di atas langit di atas ‘Arsy-Nya Ia istiwaa”.

Imam Tirmidzi telah berkata :
Artinya :
“Telah berkata ahli ilmu : “Dan Ia (Allah) di atas ‘Arsy sebagaimana Ia telah sifatkan diri-Nya”.
(Baca : “Al-Uluw oleh Imam Dzahabi yang diringkas oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di hal : 137, 140, 179, 188, 189 dan 218. Fatwa Hamawiyyah Kubra oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal: 51, 52, 53, 54 dan 57).

Telah berkata Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para imam- :
Artinya :
“Barangsiapa yang tidak menetapkan sesungguhnya Allah Ta’ala di atas ‘Arsy-Nya Ia istiwaa di atas tujuh langit-Nya, maka ia telah kafir dengan Tuhannya…”.
(Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Hakim di kitabnya Ma’rifah “Ulumul Hadits” hal : 84).

Telah berkata Syaikhul Islam Imam Abdul Qadir Jailani -diantara perkataannya- :
“Tidak boleh mensifatkan-Nya bahwa Ia berada diatas tiap-tiap tempat, bahkan (wajib) mengatakan : Sesungguhnya Ia di atas langit (yakni) di atas ‘Arsy sebagaimana Ia telah berfirman :”Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istiwaa (Thaha : 5). Dan patutlah memuthlakkan sifat istiwaa tanpa ta’wil sesungguhnya Ia istiwaa dengan Dzat-Nya di atas ‘Arsy. Dan keadaan-Nya di atas ‘Arsy telah tersebut pada tiap-tiap kitab yang. Ia turunkan kepada tiap-tiap Nabi yang Ia utus tanpa (bertanya):”Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas ‘Arsy-Nya ?” (Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 87).

Demikianlah aqidah salaf, salah satunya ialah Imam Abdul Qadir Jailani yang di Indonesia, di sembah-sembah dijadikan berhala oleh penyembah-penyembah qubur dan orang-orang bodoh. Kalau sekiranya Imam kita ini hidup pada zaman kita sekarang ini dan beliau melihat betapa banyaknya orang-orang yang menyembah dengan meminta-minta kepada beliau dengan “tawasul”, tentu beliau akan mengingkari dengan sangat keras dan berlepas diri dari qaum musyrikin tersebut.
Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’un !!.

====================================================
Sesungguhnya bertanya dengan pertanyaan : “Dimana Allah ?, disyariatkan dan penanya telah mengikuti Rasulullah SAW.
Wajib menjawab : “Sesungguhnya Allah di atas langit atau di atas ‘Arsy”. Karena yang dimaksud di atas langit adalah di atas ‘Arsy. Jawaban ini membuktikan keimanannya sebagai mu’min atau mu’minah. Sebagaimana Nabi SAW, telah menyatakan keimanan budak perempuan, karena jawabannya : Allah di atas langit !.
Wajib mengi’tiqadkan sesungguhnya Allah di atas langit, yakni di atas ‘Arsy-Nya.
Barangsiapa yang mengingkari wujud Allah di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir.
Barangsiapa yang tidak membolehkan bertanya : Dimana Allah ? maka sesungguhnya ia telah menjadikan dirinya lebih pandai dari Rasulullah SAW, bahkan lebih pandai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Na’udzu billah.
Barangsiapa yang tidak menjawab : Sesungguhnya Allah di atas langit, maka bukanlah ia seorang mukmin atau mukminah.
Barangsiapa yang mempunyai iti’qad bahwa bertanya :”Dimana Allah ?” akan menyerupakan Allah dengan mahluk-nya, maka sesunguhnya ia telah menuduh Rasulullah SAW jahil/bodoh !. Na’udzu billah !
Barangsiapa yang mempunyai iti’qad bahwa Allah berada dimana-mana tempat, maka sesunguhnya ia telah kafir.
Barangsiapa yang tidak mengetahui dimana Tuhannya, maka bukankah ia penyembah Allah ‘Azza wa Jalla, tetapi ia menyembah kepada “sesuatu yang tidak ada”.
Ketahuilah ! Bahwa sesunguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas langit, yakni di atas ‘Arsy-Nya di atas sekalian mahluk-Nya, telah setuju dengan dalil naqli dan aqli serta fitrah manusia.
Adapun dalil naqli, telah datang berpuluh ayat Al-Qur’an dan hadits yang mencapai derajat mutawatir. Demikian juga keterangan Imam-imam dan Ulama-ulama Islam, bahkan telah terjadi ijma’ diantara mereka kecuali kaum ahlul bid’ah. Sedangkan dalil aqli yang sederhanapun akan menolak jika dikatakan bahwa Allah berada di segala tempat !.
Adapun fitrah manusia, maka lihatlah jika manusia -baik muslim atau kafir- berdo’a khususnya apabila mereka terkena musibah, mereka angkat kepala-kepala mereka ke langit sambil mengucapkan ‘Ya … Tuhan..!. Manusia dengan fitrahnya mengetahui bahwa penciptanya berada di tempat yang tinggi, di atas sekalian mahluk-Nya yakni di atas ‘Arsy-Nya. Bahkan fitrah ini terdapat juga pada hewan dan tidak ada yang mengingkari fitrah ini kecuali orang yang telah rusak fitrahnya.
Tambahan
Sebagian ikhwan telah bertanya kepada saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) tentang ayat :
Artinya :
“Dan Dia-lah Allah di langit dan di bumi, Dia mengetahui rahasia kamu dan yang kamu nyatakan, dan Dia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan “. (Al-An’am : 3)

Saya jawab : Ahli tafsir telah sepakat sebagaimana dinukil Imam Ibnu Katsir mengingkari kaum Jahmiyyah yang membawakan ayat ini untuk mengatakan :
“Innahu Fii Qulli Makaan”
Sesungguhnya Ia (Allah) berada di tiap-tiap tempat !”.

Maha Suci Allah dari perkataan kaum Jahmiyyah ini !
Adapun maksud ayat ini ialah :
Dialah yang dipanggil (diseru/disebut) Allah di langit dan di bumi.
Yakni : Dialah yang disembah dan ditauhidkan (diesakan) dan ditetapkan bagi-Nya Ilaahiyyah (Ketuhanan) oleh mahluk yang di langit dan mahluk yang di bumi, kecuali mereka yang kafir dari golongan Jin dan manusia.

Ayat tersebut seperti juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Artinya :
“Dan Dia-lah yang di langit (sebagai) Tuhan, dan di bumi (sebagai) Tuhan, dan Dia Maha Bijaksana (dan) Maha mengetahui”. (Az-Zukhruf : 84)

Yakni : Dia-lah Allah Tuhan bagi mahluk yang di langit dan bagi mahluk yang di bumi dan Ia disembah oleh penghuni keduanya. (baca : Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 hal 123 dan Juz 4 hal 136).
Bukanlah dua ayat di atas maksudnya : Allah ada di langit dan di bumi atau berada di segala tempat!. Sebagaimana ta’wilnya kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengan mereka. Atau perkataan orang-orang yang “diam” Tidak tahu Allah ada di mana !.

BakMie pak Min


Begitu..kakakku diterima di UGM melalui jalur undangan, kami sekeluarga pergi ke Jogja untuk daftar ulang oh..ya kak Syasa tidak ikut karena hari Sabtu ada kegiatan di Sekolahnya. Kami naik mobil sendiri berangkat hari Jum'at malam Sabtu. Menurut berita di TV jalur pantura macet karena banyak perbaikan jalan untuk persiapan lebaran. Kamipun lewat jalur selatan, sebenanya ayah belum pernah tetapi untungnya Om Ben dan tante Tipuk tetanggaku ikut. Dengan modal GPS kami ke Jogja dan yang pegang kemudi om Ben karena hari Jum'at siangnya dia tidak pergi kekantor jadi bisa beristirahat dengan cukup.
Kami masuk peristirahatan di Bekasi Timur..ternyata padat sekali seolah seperti mall susah juga mencari tempat parkir. Akhirnya melalui drive thru mampir ke starbugs.

Setelah jalan sekitar beberapa kilometer tiba-tiba semua mobil ngerem mendadak semua panik ternyata ada anak muda dengan santainya menyebrang jalan tol. Aneh yah kok ada orang dengan santainya menyebrang jalan tol yang jelas-jelas membahayakan diri sendiri dan orang lain. Akupun tertidur dan tersadar sudah pagi hari, kabut dimana-mana.

Kami sarapan di warung soto Jogja....
Sebelum kami kehotel kami mengantar om Ben dan tante Tipuk kerumahnya, ibunya tante Tipuk kaget karena tante ternyata tidak memberi tahu kalau dia akan pulang. Kebetulan keponakan tante Tipuk baru pulang dari Amerika. Mereka belum bisa berbicara dengan bahasa Indonesia.

Nah...foto di atas itu malamnya kami diajak makan malam di Bakmie pak Min..lesehan kalau tidak salah di jalan Surakarsan... ada pengamennya juga lho. Foto anak laki-laki disebelahku namanya Dava keponakan tante Tipuk yang baru pulang dari Amerika. Dava sudah bersekolah di SD negeri kelas V, dia belum bisa berbahasa Indonesia...teman-temannya tidak ada yang bisa berbahasa Inggris jadi komuniksi dengan bahasa tarsan. "Aunt Tipu why my friends always ask me ...Dava what time is it..thank you". tanya Dava kepada tante Tipuk. Tante Tipuk tersenyum "because your friend can not speak English..."

Dava bilang senang berteman dengan ku karena aku bisa bahasa inggris dan aku ajarin maui game di HP ku kadang kami tertawa berdua.