Aku bangkit dari tidurku manakala alarm berdering pada jam 2.30 dini hari bergegas kulipat selimutku, kutinggalkan istriku yang masih pulas di atas peraduan....ku gerakan seluruh badan agar persendian sehat selalu....pagi ini sunyi..teramat sunyi. kadang terdengar tetes embun menjathui atap rumahku...sesekali bunya thesss. Aku mandi pagi untuk membersihkan badan agar segar sebelum menghadap Rabku.
Kubentangkan sajadah kuangkat perlahan tanganku dan menyanjungNya....kedamaian merasuk dilubuk jiwa ku sesaat...tak kuat aku menahan tangisku....ingat dosa-dosaku.....kalaulah Dia tidak mengampuniku, tidak juga merahmatiku mustahil aku akan masuk sorgamu. Dalam do'aku selalu ingat pertanyaan ustadku apa yang bisa kamu banggakan dihadapan sang Khalik kelak...
"Hartamu.....tidak dapat membantu sedikitpun yah harta itu telah menjadi milik ahli warismu....
"Shalatmu....berapa kali, berapa menit mampu khusyu bermunajad tanpa mengingat dunia disampingmu...
"Puasamu....yang wajib saja belum jua mampu sempurna....mataku, mulutku, telingaku, mungkin tangan dan kakiku belumlah berpuasa...
"Zakatmu....inipun keluar karena terpaksa...dan cenderung ditundaa......terbukti berapa banyak shadaqah/infak yang dikeluarkan...
"cobalah kau hafalkan surat-surat dalam Al-qur'an.....minimal surat Al-Baqarah....."
Tak terasa lonceng berdentum 4 kali...oh...jam 4 pagi, ku angkat badanku, kubangunkan istriku agar mennaikan shalat malam sebagai tambahan ibadah karena shalat tahajud adalah palin afdol setelah shalat waji.
"sayaang aku berangkat ke masjid dulu...assalamualaikum...." dan ku bawa kitab suci Al-qur'an dan bergegas ke masjid terdengar sayup-sayup adzan pertama berkumandang..."Allahu akbar...Allahu akbar........
"Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, di lidahku, di pendengaranku, di penglihatanku, dari belakangku, dari hadapanku, dari atasku dan dari bawahku. Allahuma a'thinii nuuran.
Abu Hurairah Radiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).
"Yaa Allah janganlah aku dijadikan menjadi orang Munafik..."
aku terus membasahi bibirku dengan memujimu..berdzikir kepadamu...
sesekali terdengar kokok ayam jantan bersautan...
"bismillah wasshalatu wassalamu alaa rasuulillah Allahummaftahlii abwarahmatika"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..." sambil kuulurkan tanganku seorang kakek yang selalu datang paling awal sedang tilawah Al-Qur'an dengan tartil....beliau selalu datang pertama kali belum ada seorangpun yang mengawalinya....sudah labih dari sepuluh tahun....duduk di shaf paling depan dekat pintu...SUbhanallah...Iri aku dibuatnya....
"Allahu Akbar..." kuangkat kedua tanganku untuk muemulai shalat tahyatul masjid. (BERSAMBUNG)

Lumayan...ritunggu sambunganya
BalasHapus